Articles on this Page
- 07/02/11--21:04:_Lawu' Mountain
- 07/03/11--04:00:_sampah kota hingga pemukiman
- 07/19/11--01:31:_merbabu mountain
- 07/19/11--01:35:_me and friend in merbabu
- 08/03/11--15:55:_Kinabalu Day #1
- 08/03/11--16:00:_Kota Kinabalu Day #1
- 08/04/11--14:27:_Kota Kinabalu Day #2
- 08/05/11--14:30:_Kota Kinabalu Day #3
- 08/06/11--18:54:_Kota Kinabalu Day #4
- 08/08/11--06:01:_Kota Kinabalu Day #5
- 08/10/11--19:03:_Kota Kinabalu day #6
- 08/10/11--19:14:_Kota Kimabalu Day #7
- 08/10/11--19:54:_Kota Kinabalu
- 08/25/11--23:21:_Sepenggal Cerita...
- 08/25/11--23:29:_Anjing Oh Anjing
- 10/20/11--16:49:_Code Minggu Pagi Bersama...
- 10/31/11--16:45:_#1 Keberangkatan
- 11/01/11--17:53:_#1 Pangan dan Makanan
- 11/01/11--17:55:_#1 Para Pengantar
- 11/03/11--18:46:_#3 Air
- 11/03/11--18:50:_# 4 Sasak: Lokal yang...
- 11/03/11--19:03:_#5 Buah tangan
- 11/03/11--19:04:_#5 Bisnis
- 11/03/11--19:07:_#5 Arogansi
- 11/03/11--19:11:_#6 Pergi dan Kasih yang...
- 02/08/12--01:07:_Dilema Perusahaan #1...
More Channels
- Feb 23: OutreachMagazine.com
- Dec 9: how an addict becomes one |...
- Dec 14: fulfullment | Keyword Feed
- Dec 14: hip hop revival men | Keyword Feed
- Dec 9: homelessness in us cities |...
- Feb 20: houston blackmarket exchange.com...
- Jan 29: fundacion caballos argentinos |...
- Dec 9: george catlin | Keyword Feed
- Dec 23: girlies | Keyword Feed
- Nov 26: hip hop rb pop reggae...
- Jan 5: holistic wholistic healing...
- Nov 26: home inspector nashville |...
- Dec 14: hope healing marriage...
- Dec 14: housing education | Keyword Feed
- Feb 23: funniest greates podcast on the...
- Nov 26: game of monopoly | Keyword Feed
- Jan 26: gateway drug | Keyword Feed
- Jan 17: george barker | Keyword Feed
- Feb 20: getting past the obstacles in...
- Dec 19: gipson v jay nixon | Keyword Feed
- Nov 26: hidden truth radio canada |...
- Dec 28: hiphop ministries inc | Keyword...
- Dec 14: hogans heroes | Keyword Feed
- Feb 12: holistic pet health care |...
- Dec 14: holoenergetics | Keyword Feed
- Nov 26: home inspection reporting...
- Feb 4: homeopathic | Keyword Feed
- Nov 26: hood news | Keyword Feed
- Nov 26: hostgator discount | Keyword Feed
- Dec 9: hott music | Keyword Feed
- Dec 14: games for health | Keyword Feed
- Feb 22: funmunch | Keyword Feed
- Nov 26: fyfuyhhj | Keyword Feed
- Nov 26: gaknew roxwel | Keyword Feed
- Dec 19: gary graff | Keyword Feed
- Dec 14: gaston county | Keyword Feed
- Feb 22: geek girl | Keyword Feed
- Feb 15: gentically modified organisms |...
- Nov 26: getcha pull | Keyword Feed
- Dec 24: getting free media with press...
- Jan 23: giancarlo esposito | Keyword Feed
- Feb 7: gina parris | Keyword Feed
- Feb 10: give back | Keyword Feed
- Nov 26: god knows the matters of your...
- Dec 20: highlighting todays news |...
- Jan 29: hindrance | Keyword Feed
- Dec 14: hittin hard | Keyword Feed
- Dec 9: hockey gurus | Keyword Feed
- Dec 24: holiday networking | Keyword Feed
- Jan 6: holiness victory | Keyword Feed
|
|
Are you the publisher? Claim this channel |
|
Channel Description:
Latest Articles in this Channel:
- 07/02/11--21:04: Lawu' Mountain (chan 2823903)
- 07/03/11--04:00: sampah kota hingga pemukiman (chan 2823903)
- 07/19/11--01:31: merbabu mountain (chan 2823903)
- 07/19/11--01:35: me and friend in merbabu (chan 2823903)
- 08/03/11--15:55: Kinabalu Day #1 (chan 2823903)
- 08/03/11--16:00: Kota Kinabalu Day #1 (chan 2823903)
- 08/04/11--14:27: Kota Kinabalu Day #2 (chan 2823903)
- 08/05/11--14:30: Kota Kinabalu Day #3 (chan 2823903)
- 08/06/11--18:54: Kota Kinabalu Day #4 (chan 2823903)
- 08/08/11--06:01: Kota Kinabalu Day #5 (chan 2823903)
- 08/10/11--19:03: Kota Kinabalu day #6 (chan 2823903)
- 08/10/11--19:14: Kota Kimabalu Day #7 (chan 2823903)
- 08/10/11--19:54: Kota Kinabalu (chan 2823903)
- 08/25/11--23:21: Sepenggal Cerita Nasionalisme Negara Tetangga (chan 2823903)
- 08/25/11--23:29: Anjing Oh Anjing (chan 2823903)
- 10/20/11--16:49: Code Minggu Pagi Bersama “Tangga Yakub” (chan 2823903)
- 10/31/11--16:45: #1 Keberangkatan (chan 2823903)
- 11/01/11--17:53: #1 Pangan dan Makanan (chan 2823903)
- 11/01/11--17:55: #1 Para Pengantar (chan 2823903)
- 11/03/11--18:50: # 4 Sasak: Lokal yang komersial (chan 2823903)
- 11/03/11--19:03: #5 Buah tangan (chan 2823903)
- 11/03/11--19:07: #5 Arogansi (chan 2823903)
- 11/03/11--19:11: #6 Pergi dan Kasih yang Tak Sampai (chan 2823903)
- 02/08/12--01:07: Dilema Perusahaan #1 Eutopian Socialism as Thought (chan 2823903)
Explanade, Jesselton point, city
Kota Kinabalu Day #1 : Awal Sebuah Petualangan
Siapa yang menyangka bahwa aku akan pergi ke Kota Kinabalu. Dulu aku sempat berharap bahwa perjalanan keluar negeri pertamaku adalah pergi ke Negara Kuba dengan sistem sosialisnya yang tampak muluk di literatur yang aku baca. Tak disangka, aku harus membuang cita itu karena harus pergi ke Nepal tahun 2010 lalu dan sekarang harus pergi ke Malaysia. Entah kapan aku bisa ke negara Che Guevara itu.
Perjalanan dimulai dari Yogyakarta tanggal 26 Juli 2011. Sekitar pukul 15.40 aku pergi menuju Jakarta menggunakan Air Asia. Ketika aku memesan tiket pesawat ke Kota Kinabalu tidak ada penerbangan langsung, padahal kawanku mengatakan ada tiket langsung dari Yogyakarta ke Kota Kinabalu satu minggu yang lalu. Jadi aku harus ke Jakarta terlebih lalu terbang ke Kota Kinabalu, masih menggunakan pesawat yang sama, sama mu...
Kota Kinabalu Day #2: Sebuah Perencanaan Sederhana
Hari kedua adalah hari kemalasan yang menggerayangi tiap detik yang aku lalui. Aku bangun agak siang kemudian pergi untuk sarapan. Aku turun menuju ground level, eh ernyata sarapannya berada di lantai 4. Duh, naik lantai 4 lagi. Disana sudah ramai orang dengan berbagai etnis dari belahan timur laut dan barat sana. Crowstophobia ku sedikit-sedikit bangkit, seolah aku diteror ketika disana. Bagaimana tidak, aku merasa semua orang nelihat gerak-gerikku disana. Huft!
Ketika memasuki kafe aku ditanya oleh breakfast staf disana. Ternyata aku harus memiliki voucher untuk memperoleh sarapan gratis, padahal memang sarapan di hotel itu gratis untuk semua penghuni. Resepsionis lupa memberikan voucher kepadaku, akhirnya kau lagi-lagi harus menungggu.
&nb...
Kota Kinabalu Day #3: Hari Pulau Perlahan kegembiraan dan kesenangan mulai aku rasakan. Sedikit keingintahuan mengenai seluk beluk kota ini menjadi semangat tersendiri untuk selalu melangkah, bertanya, dan mengamati sekitar. Hari ini adalah hari pulau, aku akan pergi ke dua pulau yang direkomendasikan oleh seorang kawan, yaitu Pulau Manukan dan Pulau Sapi. Pagi pukul 8.30 aku menuju Jesselton Point untuk membeli tiket kapal menuju ke Manajemen tempat ini cukup baik kare...
Kota Kinabalu Day #4: Hari Jelajah Sungai
Tidak terasa sudah 4 hari aku meninggalkan Yogyakarta. Biasanya aku disibukkan dengan kegiatan non kampus, tetapi hari ini rutinitas itu aku tanggalkan sejenak. Biarkan hamparan bukit, ketenangan laut dan kehangatan matahari menemani hari-hariku kedepan. Hari ini aku berencana untuk melakukan rafting.
Kota Kinabalu memiliki dua tempat rafting yaitu Kiulu White River dengan level 2 dan Padas White River dengan level 3. Aku dihadapkan pada himpitan budget dan tantangan untuk memilih rafting. Jika pergi ke Kiulu White River anggaran yang dibutuhkan sekitar RM 160 sedangkan jika aku pergi ke Padas White River anggaran yang aku butuhkan sekitar RM 235.
Melihat keterbatasan yang ada aku memutuskan untuk melakukan rafting di Kiulu White River. Perjal...
Kota Kinabalu Day #5: Hari Sangkar Binatang
Waktu terasa cepat disini, petualangan demi petualangan telah aku lakukan. Hari ini aku akan pergi ke Lok Kawi Wildlife Park. Perjalanan aku mulai sekitar pukul 8.30, aku berjalan menuju bus stop untuk city bus yang ada di Kota Kinabalu. Kalau tidak salah aku ambil jalur 1B karena yang paling dekat dengan hotelku.
Bus terlihat seperti transjogja yang bercorak hijau kuning, tetapi lebih besar dan berfasilitas layaknyabis pariwisata mahal. Menaiki bis ini layaknya berwisata keliling kota dnegan harga proletar karena kita cukup membayar 50 sen untuk mengelilingi separuh Kota Kinabalu.
Aku berhenti di pemberhentian bis terakhir yaitu di terminal wawasan, aku bertemu dengan orang Indonesia yang bekerja disini. Kebanyakan mereka berasal dari Sula...
Kota Kinabalu day #6: Pasar Minggu dan Cerita Sungai
Petualangan memang menyenangkan tetapi tubuh ada batasnya juga. Akumulasi kelelahan terasa pagi ini setelah bangun dari tidur. Walau lelah, keingintahuanku akan kota ini masih memberikan energi untuk membelah seluk beluk kota ini.
Pagi ini aku mulai dengan membedah Sunday Market di Gaya Street. Pasar ini buka dari jam 6 pagi hingga jam 1 siang, bisa dikatakan pasar ini mirip dengan Sunday Morning UGM. Di pasar ini kita bisa membeli barang-barang seperti makanan ringan khas kinabalu yang lebih nampak seperti makanan cina, pakaian, souvenir hingga hal-hal unik seperti kayu penjinak binatang buas.
Harga yang ditawarkan di pasar ini tidak jauh berbeda dengan harga barang-barang di toko. Bagiku itu lebih baik karena bisa menghemat bebera...
Kota Kimabalu Day #7: Dari Gunung, Raflesia, Canopy Track, Hingga Pemandian Air Panas
Hari dimana suatu petualangan berakhir akhirnya tiba. Besok aku akan bertolak ke Jakarta dan segera kembali ke rutinitas biasa. Tapi sebelum aku pergi meninggalkan Kota Kinabalu, kota pesisir di ujung timur pulau Borneo. Aku merencanakan pergi ke salah satu wold heritage site, yaitu Kinabalu Park.
Taman ini di deklarasikan menjadi salah satu world heritage site pada tahun 2000 oleh UNESCO. Tempat ini juga yang menjadi titik awal pendakian ke Gunung Kinabalu yang memiliki ketinggian 4,095 (Low’s Peak).
Perjalanan dari Kota Kinabalu ke Kinabalu Park menempuh waktu normal sekitar 90 menit. Punggung bukit dan jurang menjadi kawan perjalanan di kanan-kiri jalan. Gunung Kinabalu yang besar menjulang menjad...
Sepenggal Cerita Nasionalisme Negara Tetangga
Lantunan lagu melayu teriring nyaring di dalam bis sederhana di Gaya street, jalan menuju terminal utama di Kota Kinabalu, Malaysia. Lagu itu bukan lagu cinta yang mendayu-dayu ciri khas musik melayu, tetapi lagu yang didendangkan adalah lagu melayu nasionalis berjudul “Selamat Pagi Malaysia” karangan BPR (Bumiputera Rockers). Selanjutnya deretan lagu-lagu nasionalis lain muncul beriringan menemani perjalananku menuju terminal
Kunjunganku ke Kota Kinabalu masih menyisakan decak kagum hingga saat ini. Kota yang menjadi ibu kota Negara Malaysia bagian Sabah ini terletak di pesisir pantai Pulau Kalimantan (Borneo) yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Kota ini berada di daerah “kepala anjing” Pulau Kalimantan. Topografi wilayahnya berupa pantai, perbukitan serta terdapat salah satu puncak terting...
Anjing Oh Anjing

Mereka begitu ceria dengan anjing kesayangannya. Setiap sore mereka berjalan mesra di trotoar boulevard UGM. Kadang mereka juga mengikuti kompetisi anjing. Ketika anjing mati, mereka sangat kehilangan. Bagi sebagian orang kedekatan manusia dan anjing lebih erat daripada hubungan sesama manusia sendiri.
Anjing untuk jenis tertentu, mereka terlihat sangat menarik. Berbagai bentuk, ukuran dan warna menjadi keunikan tersendiri. Bahkan perilaku mereka berbeda-beda. Ada anjing yang dijadikan penjaga rumah, ada anjing yang menjadi patner bekerja manusia, sampai anjing yang menjadi sahabat manusia. Tetapi dengan berbagai keunikan mereka aku masih belum memahami bagaimana orang bisa menyukai anjing.
Hari ini saya pergi ke Pet Gallery, sebuah toko binatang piharaan di Jal...
Code Minggu Pagi Bersama “Tangga Yakub”(sekedar cerita) Minggu pagi ini tidak biasa, aku menuruni bahu jalan belakang Masjid Syuhada menuju pemukiman bantaran code untuk membantu workshop yang diadakan oleh seorang kawan.Pagi itu aku sampai disana sekitar pukul 9.30, tidak bisa dibilang pagi karena matahari menyengat dengan sengitnya seolah ia tepat berada di atas kepalaku.
Kampung Code nampak hidup di minggu pagi itu, beberapa warga asik berbincang di sepanjang jalan kurus depan balai desa, ada beberapa juga yang terhipnotis di depan televise. Aku tidak langsung pergi membuka pintu balai. Aku menyusuri jalan-jalan kecil di belakang balai, hal yang tidak biasa aku lakukan di hari-hari aku mengajar di Kali Code.
Senyuman hangat warga yang saling bertautan menghantarkan aku lebih dalam ke seluk Code. Sedikit demi sedikit senyuman mereka meruntuhkan aprioriku mengenai cerita seram di balik kehidupan mereka yang keras dan suram. Tidak lupa, Tikus pun sangat ramah lalu lalang di sian...
#1 Keberangkatan
Kabut tipis menyelimuti seluruh kota. Perlahan mentari menembus kepulan kabut dan awan. Aku melesat beribu mil per jam kearah timur bertolak ke kota Mataram. Suatu perjalanan baru saja dimulai, walau aku harus meninggalkan segala sesuatunya di Jogja.
Sebelum menuju ke Kota Mataram aku harus transit terlebih dahulu di Kota Surabaya. Lombok adalah salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Tetapi hingga kini tidak ada penerbangan langsung yang cukup murah dari Jogja Mataram.
Sengatan panas menyengat kulitku ketika tiba dimulut pintu pesawat. Akhirnya aku tiba di Kota Mataram. Dobalik ceritanya yang indah, tempat ini terlihat gersang ketika aku menengok dari kaca jendela pesawat.
Di dalam perjalanan menuju Senggigi, aku semakin mempelajari sisi riil Pulau Lombok. Pembangunan digalakkan dimana-mana. Seolah pemerintah ingin menyulap wajah Lombok lebih kekinian. Sebuah upaya yang progresif mengingat semakin populernya Lombok sebagai destinasi wisata.
Dari airpor...
#1 Pangan dan Makanan
Hari Selasa yang dingin menusuk tulang, aku harus terbangun di pagi buta hari selasa. Jadwal pesawat ke Lombok berangkat pukul 5.45 pagi. Oleh karena itu aku mengatur alarm jam tepat pukul 3.30 pagi agar aku tidak terlambat ke bandara.
Semua persiapan telah aku tuntaskan sekitar pukul 5 pagi. Aku segera berangkat ke bandara menggunakan taksi. Demikian seterusnya sampai hingga aku tiba di Lombok pukul 10 pagi waktu Indonesia bagian tengah.
Semua berjalan sesuai rencana, tetapi ada satu hal yang tidak kuduga efeknya akan besar. Aku sengaja tidak sarapan untuk mengefisienkan waktu tapi ternyata aktivitas ini sangat krusial karena begitu aku tiba di Lombok. Rasa lapar mengamuk buas menghujam perutku hingga aku tak berdaya.
Rasa lapar, haus disertai dengan sengatan Lombok yang terik membuatku menyesal meninggalkan aktivitas ini. Dengan sisa tenaga aku segera menuju hotel yang ditempuh kira-kira 1.5 jam. Setibanya di hotel aku segera memesan “brunch” ku. Sisi lapar ...
#1 Para Pengantar
Bandara Lombok yang baru saja dioperasikan terlihat cukup bersih walau pembangunan masih berserakan disekitar area ini. Sengatan panas menjadi penyambut kedatanganku, suhunya sangat berbeda dengan kota kelahiranku, Yogyakarta.
Aku segera berjalan menuju arrival gate untuk mengindari sengatan panas yang menjadi-jadi. Suasana bandara terlihat sepi sampai aku terkaget dengan banyaknya kerumunan orang di depan pintu keluar dan masuk bandara.
Entah apa yang membawa ratusan orang itu berdesakan dan berpeluh di cuaca yang cukup panas ini. Sempat aku berpikir bahwa mereka adalah masa yang memprotes pemindahan bandara di Lombok. Tetapi dugaanku salah ketika aku memastikannya kepada petugas bandara. Ternyata mereka adalah penghantar haji.
Mereka terlihat sangat sederhana yang terdiri dari Bapak-bapak, Ibu-ibu, remaja hingga anak kecil. Terlihat bapak-bapak mengenakan sarung serta kopiah hitam lusuh. Ibu-ibu memakai kain sebagai sarung serta ikat kepala dai selendang panjang...
Gelombang bergulung-gulung menggembur bibir pantai Gili Trawangan. Air bergejolak riuh bersama kepungan burung camar yang beterbangan rendah di permukaan laut. Sebuah loncatan sederhana menghantarkan tubuhku ke dasar pantai. Ikan-ikan begitu hiperaktif di ekosistem yang terlihat tenang, padahal ombak menderu-deru diatas mereka.
Setelah menghabiskan setengah hari berenang di laut, aku kembali lagi ke kapal untuk bertolak ke Senggigi. Kapal melaju cepat membelah ombak-ombak yang semakin mengganas sore itu. Langit mendung terlihat pekat di atas kepala kami.
Di setengah perjalanan rintik-rintik air turun dari langit. Butiran air itu semakin kerap dan lebat lama-kelamaan. Ombak seolah menyambut riang dengan tarian-tarian ombak yang semakin riuh mengoyak-ngoyak laju kapal kami. Nahkoda kami yang kecil ramping itu kadang tertawa dengan gempuran ombak di kapalnya. Ia terus saja melesat kencang dan membelah ombak-ombak yang riang itu.
Air di hari ketiga, dimana-mana ada air. Di lautan dari ...
Seperti biasa, pagi memberikan salam hangatnya setelah mentari beranjak dari peraduannya. Kabut tipis masih terlihat di atas bukit batulayar, tempat aku tinggal di Senggigi, Lombok. Suasana yang indah dan tenang menciptakan kedamaian jiwa di tengah badai masalah yang menerpa otakku. Kawanku berkata, kelak ia akan membangun rumah dan tinggal disini. Tapi buatku, aku cukup merasa bahagia di Yogyakarta.
Aku membersamai pagi yang indah ini dengan semangat yang menggebu-gebu. Hari ini aku akan memacu motorku untuk bertemu dengan Suku Sasak, sebuah suku legendaris yang tinggal di Lombok. Pelan-pelan aku menuruni bukit batulayar dan segera aku pacu motorku setelah tiba di jalan hitam yang agak sepi pagi itu.
Destinasi pertamaku adalah di Sukarera. Tempat ini terkenal sebagai penghasil kain tenun khas Suku Sasak. Konon hanya orang Sasaklah yang bisa membuat kain tenun tersebut dan hal itu diwariskan sejak turun temurun.
Kota Sukarera berada di Lombok Tengah sementara Senggigi berad...
Sudah hampir satu minggu aku meninggalkan Kota Yogyakarta. Saya kira banyak hal telah terjadi di kota tercintaku. Sedikit demi sedikit rindu terpupuk di dada untuk bertemu dengan keluarga. Sejauh apapun aku pergi, seindah apapaun perjalananku, selalu saja ada tempat untuk mereka di hatiku.
Ketika aku mengingat mereka, aku selalu ingin berbagi masa-masa indahku dengan mereka. Walau terdengar mustahil tetapi tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan. Buah tangan selalu terbesit dalam pikiranku. Ia menghapus batasan-batasan absurd dan membentuk imaji yang seolah riil. Sekarang tinggal berpikir buah tangan apakah yang terbaik untuk orang terbaik di dalam hidup kita.
Perjalananku Desa Sukarera dan Desa Sade menjadi horor bagi isi kantongku yang sangat minim. Sebuah hal yang umum jika harga souvenir melangit di tempat-tempat tujuan wisata seperti mereka. Aku memutar otak untuk mengatur resource uangku.
Pasar adalah adalah satu hal yang aku pikirkan waktu itu. Segera aku pacu kendaraanku ...
Kata seorang kawan jika kita ingin menjadi sukses di masa depan kita harus bekerja 7 x 24 jam seminggu, tidak luput ketika kita berlibur. Business card dan proposal bisnis selalu tersimpan khusus di tas laptopku yang selalu aku bawa.
Memang jika ada niat di hati Tuhan selalu memberikan jalannya. Hari kedua aku di Lombok, seorang kenalan memberitahukan bahwa ada kawan bisnis yang ingin bertemu denganku untuk membicarakan mengenai pembuatan website. Di hari kelima perjalananku aku sengaja sempatkan untuk bertemu dengan klienku itu.
Diskusi yang cukup menarik antara aku dan klienku. Bahkan di hari itu juga aku mendapatkan agen marketing untuk perusahaanku di Lombok. Tiada hari tanpa urusan ekonomi. It is the time to go to extra miles!
Ada dua kebutaan yang sejauh ini aku pahami. Yang pertama kebutaan yang diakibatkan kerena disfungsi organ mata dan yang kedua kebutaan yang disebabkan oleh arogansi. Sekali lagi kau merasa paling benar dan melihat hal yang berbeda sebagai suatu hal yang bodoh dan salah.
Tapi kali ini aku tidak diam, aku menunjukkan bahwa kau tidak selalu benar dan saat inilah saatnya kau untuk diam.
Hari ini adalah hari terakhir perjalananku di Lombok. Aku benar-benatr ingin segera pergi meninggalkan pulau indah ini dan kembali memeluk kota tercintaku, Yogyakarta. Lombok memang sangat indah, tetapi aku lebih menyukai Yogyakarta. Ada orang terkaish disana dan aku rindu.
Pagi-pagi sebelum berangkat menuju airport aku sempatkan untuk membuka Facebook setela sekian lama terkesampingkan di masa liburanku. Hanya satu alasan aku membuka situs terpopuler di dunia itu, mencari status terbaru orang yang aku kasihi mengasihiku.
Ada sebuah kesalahanku yang membuat semuanya runtuh dan saat ini aku biarkan ia mengalir. Aku tak mampu menahan derasanya rasa lagi. Biarkan saja amarah itu meledak. Setelah aku melihat-lihat aku menemukan status terbarunya. Di akhir kalimat ia merasa dirinya bagai hal sia-sia atas janji-janji yang katanya telah aku buat.
Ternyata badai ras aini juga belum usai padahal aku sudah memantabkan berkali-kali selama aku di Senggigi. Semoga ia baik-baik disana. I al...
Dilema Perusahaan #1
Eutopian Socialism as Thought
Seorang bijak berkata bahwa lebih baik membuat lapangan pekerjaan daripada mencari sebuah pekerjaan untuk diri sendiri. Si bijak ada benarnya melihat saat ini banyak orang Indonesia berpangku tangan tak berdaya ditengah persaingan sengit pencarian pekerjaan. Tetapi pepatah sebatas keindahan merangkai kata, nyatanya memang susah untuk dilakukan.
Dengan tidak mengesampingkan batas masa studiku yang semakin berkurang, aku memberanikan diri untuk keluar dari jalur umum seorang mahasiswa dan bersama seorang kawan merintis sebuah perusahaan di bidang desain grafis. Sampai saat ini perusahaan sudah mencapai umur 4 bulan, satu pijakan menatap masa depan yang benar-benar tidak pasti.
&...